MARTABAK SPECIALNYA MBAK :)
“Aku suka perlakuan istimewa, sarapan yang istimewa, kejutan yang istimewa, kehadiran yang istimewa, perhatian yang istimewa dan sambutan yang istimewa” – ayuqorifa
“Aku suka perlakuan istimewa, sarapan yang istimewa, kejutan yang istimewa, kehadiran yang istimewa, perhatian yang istimewa dan sambutan yang istimewa” – ayuqorifa
Solo, 29 November 2012
Malam ini aku akan berangkat ke Surabaya. Kota yang mampu membuatku jatuh hati ketika pertama kali menginjakkan kaki di Bungurasih waktu subuh bulan Januari lalu. Namun, esok subuh, pasti rasanya tidak akan sama seperti subuh sepuluh bulan yang lalu.
Kamis siang ini jadwal kegiatan
begitu padat, mulai merasakan pusing dan masuk angin akibat kehujanan seharian
kemarin di Karanganyar. Aku sangat bersyukur, mempunyai sahabat setia dan baik
hati seperti Sari, aku tak tahu bagaimana jadinya aku di Solo ini tanpa dia.
Yup, Tuhan sudah merencanakan ini dengan bijaksana. Selama aku pergi ke
Surabaya besok, tugas kuliah dan organisasi akan ditanganani olehnya. Aku tak
tahu, kata-kata tak akan mampu melukiskan betapa baiknya Sari kepadaku.
Aku terbiasa berangkat ke Surabaya malam hari, dan sampai di terminal Bungurasih pada subuh, masih bisa meraskan sejuknya Surabaya. Namun hari itu, aku diantar Sari ke terminal Tirtonadi pukul 11 malam, sudah ku bawa perlengakapn yang aku butuhkan selam disana, dan yang ekstra dari biasanya adalah kali ini aku mebawa dua bungkus tolak angin herbal, 4 tablet aspirin, 4 tablet vitamin c, entah apa yang sedang aku rasakan kali ini, aku merasa hampir tidak akan mapu menjalani kegiatanku dengan keadaan baik-baik dan lancar di Surabaya. 30 jam perjalana dengan Mira, masih sampai di Sragen dan aku mulai merasakan mual yang hebat, akhirnya tak mampu ku tahan dan semua makan malamku keluar. 4 kali aku muntah, dan aku mulai berpikir aku akan turun di terminal Ngawi dan kembali ke Solo. Alhamdulillah setelah muntah terakhir badanku mulai agak enakan, ku coba mengoleskan minyak angin ke perut dan pelipis supaya agak ringan dan bisa tidur. Aku tetap melanjutkan perjalanan samapai aku terbangun samapi terminal Purbaya. Alhamdulillah...
Surabaya, 30 November 2012
Kenapa rasanya Surabaya Jumat Subuh ini agak berbeda?? Yup, jelas dan tidak ku pungkiri, bukan Khalid sahabatku yang selalu menjemputku ketika aku ke Surabaya, tetapi kali ini Adi. Rasanya kota ini jadi sepi, ups lebih tepatnya mungkin hatiku yang sepi, hehehe... Siapapun yang menjemputku, terimaksih banyak telah menemaniku dan banyak mebantuku. Setelah dijemput Adi, kami langsung sarapan. Tidak ada Khalid, ya kerena dia sedang di Jakarta untuk wisuda ayahnya. Tapi dia berjanji akan menemanikau lain waktu aku ke Surabaya lagi, masih banyak tempat menakjubkan yang harus aku kunjungi, salah satunya Monumen Kapal Selam yang ramai ketika sore dan malam.
Sangat menyedihkan, kerena ternyata Adi juga sedang sangat sibuk. Dia katakan bahwa tak akan bisa menemaniku lama di Surabaya, dan sangat menyayangkan kedatanganku yang sangat tidak tepat untuknya begitu juga untuk Khalid. Lalu dia mengantarku ke rumah temenku Mbak Rima yang kebetulan tidak jauh dari Unair, dekat stasiun Gubeng. Terimakasih banyak Adi. :)
Daritadi sudah ngomong banyak
tentang perjalananku ke Surabaya dengan penuh perjuangan, cieeeee, tapi untuk
apa sih??? Untuk Movie Club. Hanya itu??? Yang spesial dan menuntut perjuangan
bukanlah acara Movie Club itu, tetapi karena acara tersebut diadakan di U.S Consulate
General Surabaya. Aku sudah membayangkan aku akan bertemu dengan orang-orang
hebat, cerdas, dan mahir berbahasa inggris. Bagiku itu sudah cukup
membanggakan.
Acara dimulai pukul 14.00, dan karena aku dan Mas Agus (suami Mbak Rima) tidak tahu tempatnya, jadi kami hanya bisa mengandalkan GPS. Akhirnya aku pun terlambat datang ke lokasi acara 1 jam.
Sepanjang komplek U.S Consulate Generale Surabaya tepatnya di daerah Citraland aku melihat tata kota yang menarik dan sangat bagus sekali, sesuai dengan slogan daerah Citraland, yaitu “The Singapore of Surabaya”. Aku seperti melihat tata kota seperti yang ada di film-film hollywood. Kalian harus datang kesana dan melihatnya sendiri, aku bukan orang yang pandai untuk menceritakannya dengan kata-kata, hehehe.
Ketika masuk area U.S Consulate Generale, aku ditakjubkan dengan kejadian yang asing menurutku, dan aku baru mengalami untuk pertama kalinya. Sebelum masuk ke dalam, aku harus dicek dengan detector, begitu juga dengan barng-barang yang aku bawa di dalam tas. Yup, kalian harus tahu, tidak semua orang bisa masuk dengan mudah ke dalam area Konsulat.
Aku masih harus menunggu sekitar 15
menit, menunggu seseorang dari dalam yang bisa menjemputku dan membawaku masuk.
Kemudian, datanglah seorang laik-laki kira-kira berumur 30an tahun. Ternyata namanya
Kristian, dia lulusan Fisip UI tahun 2004, mendengar dari percakapannnya dengan
temannya di Library.
Acara berlangsung sampai jam 4 sore, ditutup dengan statement dari peserta Movie Club. Yup, tujuan acara dari IRC (Information Research Center) ini salah satu tujuannya adalah untuk membatu lebih banyak kepada masyarakat Indonesia khususnya di Surabaya di bidang Pendidikan dan Budaya. Di IRC bisa didapatkan bayak informasi untuk menunjang pengetahuan dan tentunya kemampuan berkomunikasi yang baik dan mampu diterima oleh masyarakat internasional, tentunya dengan bahasa internasional, yaitu Bahasa Inggris.
Untuk keluar dari area Konsulate juga tidak bisa dengan mudah dan seenaknya. Sama seperti ketika akan masuk, kita harus menunggu Kristian atau orang dalam lainnya untuk bisa membawa kami keluar dengan aman dan terjamin hehehe :D
Menakjubkan, kedatanganku yang penuh perjuangan ternyata dihadiahi sebuah buku gratis yang bisa aku ambil bebas di Library. Selain itu aku masih diajak untuk foto dengan membawa buku tersebut di Library U.S Consulate Genereale. KHUSUS untuk AKU!!!!! Alhamdulillah.... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar