Pembaca pasti pensaran mengapa judulnya Sang Jagoan Indonesia!!!!! Pakai punctuation segitu banyak pula. Sebelum membaca sampai akhir, pastikan pikiran pembaca terbuka untuk menerima ide, pemikiran, dan kritik dari orang lain alias open-minded.
H-6 Pesta Demokrasi Indonesia Tahun 2014.
Saya baru saja memutuskan untuk memilih calon presiden sesuai dengan kecocokan visi misi. Meskipun visi misi terkadang tidak dijalankan sesuai dengan apa yang dikampanyekan. Setidaknya saya memilih dengan berbekal nilai-nilai yang saya yakini kebenarannya. Tentu tidak semua orang memiliki dasar-dasar penilaian yang sama. Pelajaran demokrasi terpenting adalah kita menggunakan hak untuk turut serta membangun negara dengan memilih calon presiden.
Anda Golput???
Menurut pandangan saya, anda tidak bisa diapresiasi dalam upaya pembangunan bangsa. Sebagian orang mengatakan golput itu juga merupakan hak atau bahkan mengatakan merupakan bagian demokrasi. Demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Sudahkan anda ambil bagian di dalamnya? Atau hanya bungkam seribu bahasa? Lalu mengumpat marah-marah dan menyumpahi proses demokrasi ketika anda kecewa? Sedangkan anda saja apatis tidak menyumbang apa-apa untuk pembangunan bangsa. Golput bisa saya samakan dengan penyihir yang hanya menginginkan kemajuan bangsa hanya dengan komat kamit di depan bohlam ajaibnya. Mereka menginkan indonesia maju, pemerintah berisih tanpa korupsi, wilayah negara untuh tidak tercerai berai, tetapi mereka hanya berkeluh kesah, mengumpat, dan bermimpi. Mengritik tanpa memberikan solusi. Mengatai tanpa memberi aksi. Maaf kalau dengan agak gamblang saya menilai sebagai golongan yang mencari aman dan enaknya saja. Padahal setiap pilihan itu harus berani mempertanggungjawabkan, tentu dengan dasar pemikiran dan keyakinan masing-masing. Keberanian rakyat memilih merupakan bentuk tanggung jawab atas adanya sebuah negara berdemokrasi. Kesimpulan: Golput adalah tindakan cari aman, tidak berani mengambil resiko, tidak berani, dan tidak bertanggung jawab. Golput merupakan golongan yang picik terhadap kemajuan bangsa. Tidak memahami bawah kemajuan bangsa merupakan proses berpolitik, berekonomi, berbudaya, berhukum, dan bersosial. Kesemua elemen tersebut terintegrasi menjadi suatu kesatuan, saling mendorong dalam upaya membangun negara dan bangsa. Tidak mungkin kita menginginkan Bangsa Indonesia maju, tapi tidak mau berpolitik bahkan berhukum, hanya mau berekonomi, berbudaya, dan bersosial saja. Indonesia mandiri, makmur, sejahtera, maju, merupakan suatu keniscayaan, dengan syarat........ "Rakyat berani untuk berpolitik, berekonomi, berbudaya, berhukum, dan bersosial". Jadilah rakyat yang BERANI, yang JAGOAN, tidak kalah dengan pikiran piciknya.
Ini pilihan saya!!!!
Saya
sudah putuskan memilih capres cawapres Prabowo-Hatta. Inilah hasil pemikian ilmiah saya.
Saat
membaca buku-bukunya Pak Amien Rais, rasa-rasanya saya masih berharap
beliau memimpin Indonesia, atau setidaknya ada calon pemimpin yg se
visi-misi, sepemikiran, dan seperjuangan dengan beliau.
Pengen sekali menjadi saksi, apakah yang digembar-gemborkan ketika kampanye atau dalam ceramah akan dilakukan saat menjadi presiden nanti, ataukan hanya menjadi kajian atau diskusi ilmiah saja.
Pengen sekali menjadi saksi, apakah yang digembar-gemborkan ketika kampanye atau dalam ceramah akan dilakukan saat menjadi presiden nanti, ataukan hanya menjadi kajian atau diskusi ilmiah saja.
Lalu saya melihat apa
yang menjadi slogan kampanye Prabowo-Hatta sebenernya mirip 100% dengan judul
buku yang ditulis oleh Pak Amien Rais ''Selamatkan Indonesia''. Dan apa
yang dikampanyekan banyak terinspirasi dari isi bukunya, pada intinya tentang
kedaulatan ekonomi, politik, dll. Mereka menilai dan menyadari
pentingnya melindungi negara dan hak-hak warga negara dari penjajahan
modern yang disebut korporatokrasi asing. Nyalon presiden dan wakil presiden itu juga tidak mudah. Tidak semua orang sanggup&berani..harus dihargai. Begitu pula berani menetukan pilihan dan sikap untuk mendukung salah satu pasangan. Karena sebagai pemilih, juga memiliki pertanggungjawaban untuk proses kemajuan bangsa.
Saya sudah memutuskan untuk berani mengambil resiko, berani bertindak, dan berani bertanggung jawab atas pilihan saya. Saya inshaa Allah berkomitmen tidak menjelek-jelekkan pasangan yang lain, karena saya juga tidak ingin
dijelek-jelekan orang lain suatu saat nanti.
"Lebih baik diam daripada tidak bisa berkata baik" - Ibunda tercinta